Judul ini saya ambil dari salah satu tips sukses diantara 6 Tips Sukses dan Mengelola Keuangan ala Bill Gates. Kalimat “Menabung Seperti Orang Yang Pesimis, Berinvestasi Seperti Orang Yang Optimis” sering dikaitkan dengan pemikiran Bill Gates, meskipun tidak secara eksplisit dia ucapkan dalam bentuk kutipan langsung. Saat pertama kali membacanya saya langsung kagum dengan kalimat tersebut. Kalimat ini terdengar sederhana, tapi sebenarnya memiliki makna yang dalam dan bijaksana, apalagi jika dikaitkan dengan dunia keuangan, bisnis, dan kehidupan secara umum.
Selanjutnya saya akan berusaha untuk menguraikan maksud kalimat tersebut sesuai dengan yang saya pahami.
Menabung Seperti Orang Yang Pesimis
Orang yang pesimis biasanya akan cenderung untuk:
- Selalu bersiap menghadapi yang terburuk
- Tidak terlalu percaya masa depan akan selalu berjalan mulus
- Berhati-hati dan tidak mau mengambil risiko besar
Menabung seperti orang pesimis berarti menyisihkan uang dengan disiplin, karena kita meyakini bahwa masa sulit pasti datang, entah krisis ekonomi, kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya.
Seorang pekerja, misalnya, menyisihkan sebagian gajinya setiap bulan, meskipun jumlahnya kecil. Ia menyadari bahwa kesehatan dan pekerjaan tidak akan selalu bisa ia andalkan. Dengan kebiasaan itu, ia membangun cadangan dana darurat yang bisa menopang hidupnya selama enam bulan, bahkan ketika kondisinya sedang baik-baik saja.
Kita pun perlu melakukan hal yang sama. Kita harus sadar bahwa hidup selalu penuh ketidakpastian. Pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu menunjukkan betapa rapuhnya situasi ekonomi dan pekerjaan manusia. Saat itu, banyak orang kehilangan penghasilan, dan hanya mereka yang memiliki tabungan yang mampu bertahan tanpa panik.
Berinvestasi Seperti Orang Yang Optimis
Sebaliknya, orang yang optimis akan cenderung:
- Percaya bahwa masa depan bisa lebih baik
- Berani mengambil peluang
- Mau mengambil risiko yang diperhitungkan untuk hasil yang lebih besar
Sehingga, berinvestasilah dengan semangat dan keyakinan bahwa masa depan akan membawa pertumbuhan, kemajuan, dan keberhasilan.
Berinvestasi pada teknologi dan emas bisa jadi pilihan cerdas. Misalnya, seseorang membeli saham perusahaan teknologi karena yakin masa depan akan dikuasai oleh inovasi. Di saat yang sama, ia juga membeli emas untuk menjaga nilai kekayaannya saat ekonomi tidak stabil. Cara ini menunjukkan keyakinan pada masa depan, tapi tetap waspada terhadap risiko.
Selain itu, berinvestasi dalam pendidikan atau bisnis karena yakin nilai diri dan usaha akan berkembang di masa depan.
Hal ini sangat penting, karena tanpa optimisme, kita tidak akan pernah berani menanamkan modal atau mencoba hal baru. Padahal banyak kemajuan besar di dunia ini lahir dari keberanian orang-orang optimis.
Pentingnya Keseimbangan
Kalimat “Menabung Seperti Orang Yang Pesimis, Berinvestasi Seperti Orang Yang Optimis” juga memberikan pesan keseimbangan antara menabung dan investasi, pesimis dan optimis.
Menabung (Pesimis) Untuk:
- Menghindari risiko
- Fokus pada perlindungan
- Jangka pendek (darurat)
Berinvestasi (Optimis) untuk:
- Mengambil risiko terukur
- Fokus pada pertumbuhan
- Jangka panjang (masa depan)
Bill Gates sendiri dikenal sebagai orang yang sangat berhati-hati dalam keuangan perusahaannya (Microsoft), menyimpan cadangan dana besar untuk bertahan dalam kondisi krisis. Tapi dia juga berinvestasi besar dalam inovasi, teknologi, bahkan filantropi karena optimis bahwa dunia bisa diperbaiki.
Siapkan payung sebelum hujan (menabung),
Tapi jangan takut menanam benih untuk masa depan (berinvestasi).














